Monday, 20 April 2015

Wooden Pegs Activities

Wooden pegs activities are useful to strengthen the children's fine-motor skills and improve children concentration and hand-eye coordination. It also strengthens hand muscles to prepare writing skill.


These activities can be done in some ways to make the children interested.

1. Colour Recognition. The children matched the gradation colour on the wooden pegs with colour chart.



2. Theme-Based Activity. In this activity below, the children are told a story that the bees are going to perch on the beehive so they have to help the bees by pinching the wooden pegs to the edge of a container.




3. Matching Numbers. The children have to match the numbers on the wooden pegs with the numbers on the beehive.




______________________________________________________________________

Kegiatan menggunakan jepitan kayu berguna untuk menguatkan motorik halus anak, meningkatkan konsetrasi dan meningkatkan koordinasi mata-tangan. Kegiatan ini juga berguna untuk menguatkan otot tangan yang nantinya digunakan untuk menulis.
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara supaya menbuat anak-anak tertarik.

  1. Pengenalan Warna. Anak mencocokkan gradasi warna pada jepitan kayu dengan gambar urutan warna yang disediakan.
  2. Kegiatan Berdasarkan Tema. Anak mendengarkan cerita tentang lebah yang akan hinggap di sarangnya sehingga anak harus menolong lebah dengan menjepitkan jepitan kayu pada tepian wadah.
  3. Mencocokkan Angka.  Anak diminta untuk mencocokkan angka pada jepitan kayu dengan angka yang tertera dalam wadah.


LEGO MAZE

Create a lego friends maze for your children or the children can also assemble the lego themselves. 
I told my son a story about the animals in the zoo. One of them is lonely so that the other friends are going to visit him. The marble is intended to be the friend who is going to visit the lonely one.

This activity is good to improve children concentration, fine motor skills and hand-eye coordination. It also strengthens hand muscles to prepare writing skill.

______________________________________________________________________________


Buat lego FRIENDS maze untuk anak-anak Anda atau anak-anak juga dapat merakit lego itu sendiri.
Dalam permainan ini, saya membuat cerita tentang hewan-hewan di kebun binatang. Salah satu dari hewan tersebut kesepian sehingga teman-teman lain akan mengunjunginya. Kelereng diimajinasikan sebagai teman yang akan mengunjungi teman yang kesepian tersebut.

Kegiatan ini baik untuk meningkatkan konsentrasi anak, keterampilan motorik halus dan koordinasi tangan-mata. Dan yang tak kalah penting, untuk memperkuat otot tangan dalam mempersiapkan kemampuan menulis.

Sunday, 19 April 2015

Science: Life Cycle of a Ladybug

Introduction to Ladybug Life Cycle:
One morning, Arya saw a ladybug on a leaf in our garden and he asked me about it. I directly grabbed a set of ladybug life cycle figurine from safari ltd and put them on the leaves. We were talking about the adult ladybug but he wanted to name the other figurines so I named them. He pointed at the right figurines when I called them out one by one. Then he jumped overjoyed when he could name the figurines. After that, he played and used his imagination to create a story of a ladybug.


Matching and Fine-Motor Skill Activities

Materials:
  1. put each of the figurine in a plastic egg
  2. put the plastic eggs randomly on the tray
  3. place a control card in a tray. The control card can be downloaded here.


Activities:
He has to open the plastic eggs – as a fine motor practice, take out each of the figurine and match it on the right picture in the control card.




Sensory Play
Sensory play is one of his favorite. What is sensory play? Sensory play is an activity that stimulates young children’s senses: touch, smell, taste, sight and hearing. Sensory activities and sensory tables provide exploration and encourage children to use scientific processes while they play, create, investigate and explore. Stimulating their senses helps children develop cognitively, linguistically, physically and creatively, socially and emotionally.


  1.  Water beads/ Hydrogel
Water crystal gel or Water Beads is any gel which contains a large amount of water. Water gel is usually composed of a water-absorbing polymer such as a polyacrylamide (frequently Poly(methyl acrylate) or Sodium polyacrylate). Sometimes referred to as super absorbent polymer (SAP) or, in dry form, as slush powder.





I provided a cup for transferring activity and scissor scoopers for practicing and building the muscles needed for scissor cutting.
It was his first time trying the scissor scoopers. He couldn't coordinate his fingers yet so he opened the scoopers and poured the water beads in it. However, he used his hand-eye coordination to transfer the water beads so that they did not spill.


2.  Light Table: Counting Ladybug Dots
Materials:
printed ladybug picture
magnetic chips
magnet
control cards (a set of cards which have different pictures of the ladybug dots)

Purpose:
basic counting
science: magnet

Activities:
place the magnetic chips on the ladybug’s wings based on the control cards or
take the chips from the ladybug’s wings by counting them one by one.



3.  A Variation of Light Box Activity
Put the ladybug in the geometric solids and the children will love the colors of the translucent solids. They can learn about shadows of the stages of ladybugs. 



Painting a Ladybug
I prepared a colouring sheet of a ladybug and asked Arya to paint it. He chose the colours himself and he just loved to spill all of the paint in the tray and brushed it.


Pretend Play
I made him this cardboard ladybug costume because he liked running and buzzing around the house as if he was a bee. I know I should have made a bee costume instead of a ladybug but I'll make him one for our bee-themed activities. He loves this ladybug costume, though. While running, he was looking for green things to perch. Then, he pretended to eat them as if they were leaves. This activity is called pretend play.


All of these ladybug-themed activities might take two weeks or a month because he just did the activities whenever he showed his interest in ladybug. Moreover, we could repeat the same activities on the other days. 

It's fun learning about ladybug, isn't it? You can also read some books about ladybugs.

__________________________________________________________________________


Pengenalan tentang Siklus Hidup Kepik:
Suatu hari, Arya melihat kepik pada selembar daun di kebun kami dan ia bertanya pada saya tentang binatang itu. Saya langsung mengambil satu set miniatur siklus hidup kepik buatan Safari Ltd dan menempatkan miniatur itu pada daun-daunan. Ketika kami sedang membahas tentang kumbang dewasa, Arya ingin mengetahui nama miniatur yang lain jadi saya menyebutkannya satu per satu. Kegiatan Arya selanjutkan adalah menunjukkan miniatur yang tepat ketika saya menyebutkan tiap-tiap siklus kepik. Kemudian dia melompat gembira ketika bisa menamai semua mainan tersebut. Setelah itu, ia membuat cerita tentang kepik dengan imajinasinya.



Mencocokan dan Kegiatan Motorik Kalus

Bahan yang perlu dipersiapkan:
1. masukkan miniatur siklus kepik ke dalam telur plastik
2. letakkan telur plastik secara acak ke dalam nampan
3. tempatkan kartu pengendali di dalam nampan. Kartu pengendali dapat di unduh di sini.

Aktivitas:
Anak harus membuka telur plastik - sebagai kegiatan motorik halus, mengambil masing-masing miniatur dan mencocokkannya pada gambar yang tepat dalam kartu pengendali. 





Permainan Indera
Pemainan indera adalah salah satu kegemaran anak saya. Apa itu permainan indera?  Permainan indera merupakan kegiatan yang merangsang indera anak-anak: sentuhan, penciuman, perabaan, penglihatan dan pendengaran. Permainan indera mendorong anak-anak untuk menggunakan proses ilmiah saat mereka bermain, menyelidiki, mengeksplorasi dan menciptakan. Merangsang indera mereka membantu anak-anak mengembangkan kognitif, bahasa, fisik dan kreatif, sosial dan emosional.


1.  Manik-Manik Air/ Hidrogel

Manik-Manik Air/ Hidrogel adalah setiap gel yang mengandung sejumlah air. Hidrogel biasanya terdiri dari polimer yang menyerap air seperti poliakrilamida (sering Poly (methyl acrylate) atau Sodium polyacrylate). Kadang-kadang disebut sebagai polimer superabsorben (SAP) atau dalam bentuk kering, bubuk lumpur (source: wikipedia).




Saya sediakan gelas untuk kegiatan memindahkan hidrogel dan gunting penyendok untuk melatih dan membentuk otot-otot yang diperlukan untuk memotong dengan gunting.
Ini adalah pertama kalinya Arya mencoba gunting penyendok. Dia belum bisa mengkoordinasikan jari-jarinya tetapi ia mencoba membuka gunting itu dan menuangkan hidrogel  didalamnya. Arya juga menggunakan koordinasi tangan-mata untuk memindahkan hidrogel supaya tidak tumpah.

2. Meja Lampu: Menghitung Kepik Dots
Bahan:
gambar kepik
chip magnetik
magnet
kartu pengontrol (satu set kartu yang memiliki gambar titik-titik yang berbeda di sayap kepik)

dasar berhitung 1-10
IPA: magnet

Aktivitas:
menempatkan chip magnetik pada sayap kumbang berdasarkan kartu pengendali atau
mengambil chip dari sayap kumbang dengan menghitungnya satu per satu.



3.  Variasi  Kegiatan Meja Lampu

Masukan kepik dalam bangun ruang transparan dan anak-anak akan menyukai warna transparan bangun ruang dan bayangan siklus hidup kepik. 





Mengecat Kepik
Saya sediakan gambar kepik dan Arya mengecatnya. Dia memilih warna sendiri dan lebih senang menuangkan cat ke dalam nampan dan menguasnya.




Bermain Peran
Saya membuatnya kardus kostum kepik ini karena Arya menyukai berlari dan mendengung di sekitar rumah seolah-olah ia adalah seekor lebah. Saya tahu seharusnya saya membuat kostum lebah bukan kumbang, makanya saya juga akan membuatkan kostum lebah. Arya senang sekali memakai kostum kepik ini. Ketika berlari, dia mencari benda-benda hijau seolah-olah daun untuk hinggap. Kemudian, ia pura-pura makan daun-daun tersebut. Kegiatan ini disebut bermain pura-pura.



Semua kegiatan bertema kepik ini mungkin memakan waktu dua minggu atau sebulan karena Arya hanya melakukan kegiatan setiap kali dia menunjukkan minatnya dengan kepik. Selain itu, dia bisa mengulangi kegiatan yang sama pada hari-hari lainnya.



Bukankah belajar sambil bermain tentang kepik sangat menyenangkan? Anda juga dapat membacakan anak beberapa buku tentang kepik.

SELAMAT BERMAIN.


Friday, 17 April 2015

Pretend Play: Bakery


SALILATOS BAKERY

Ar named the bakery himself. Salilatos is taken from the words Sali Loti dan Chacalatos.

There are some kinds of cake you can have:
1. Black forest
2. Cheese cake
3. Orange cake
4. Choco cake
5. Toast
6. Pancake

Choose your own topping: choco sticks, oranges, strawberries, blueberries, kiwi fruits, cherries. 




DELIVERY SERVICE

Receiving, preparing and delivering order. Psstt, it's a serious work!

Thursday, 16 April 2015

DIY: One Hundred Board


 

One hundred board consists of a grid board and 1-100 number tiles. This apparatus is used to order number 1-100 after the children have mastered the association of beads and cards.

My son is not interested in hundred board yet because the tiles are to small for his fingers, therefore I made my own hundred board made of felt and cardboard. Here is the tutorial of my DIY Hundred Board.

Materials:
Blue felt, 3x3 cm printed number 1-100, cardboard, velcro, hot glue gun

Steps:
1. Draw lines on the blue felt to make 10 x 10 grids. Each grid is 3 cm.
2. Sew the lines with white thread.
3. Cut printed numbers.
4. Attach it on the cardboard and cut.
5. Glue a piece of velcro on each tile.
6. Hundred board is ready.


We can write the numbers on the board so that the children can match the tiles and the numbers on the felt. This means you should provide two boards, one with the numbers and one without the numbers or you can use the other side of the blue board.


_________________________________________________________________________________



Papan Seratus  terdiri dari papan bergaris dan 1-100 keping angka. Alat ini digunakan untuk mengurutkan angka 1-100 setelah anak-anak telah menguasai hubungan manik-manik dan kartu.

Anak saya belum tertarik pada  papan seratus karena kepingan angka terlalu kecil untuk jari-jarinya, karena itu saya membuat sendiri papan seratus yang terbuat dari kain flanel dan kardus. Berikut adalah panduan membuat papan seratus.

Bahan Bahan:
Kain flanel Biru, 3x3 cm keping kardus dan ditulisi angka 1-100, kardus, velcro, lem panas

Langkah-langkah:
1. Menarik garis di kain flanel biru dengan  membuat 10 x 10 grid. Setiap grid 3 cm.
2. Jahit garis dengan benang putih.
3. Gunting angka yang telah di print.
4. Tempelkan pada kardus dan potong.
5. Lem sepotong velcro pada setiap kepingan.
6. Papan seratus siap dipakai


Kita bisa menulis angka di papan sehingga anak-anak dapat mencocokkan  kepingan dari angka-angka pada merasa. Ini berarti Anda harus menyediakan dua papan, satu dengan angka dan satu tanpa nomor atau Anda dapat menggunakan sisi lain dari papan biru.



Friday, 28 November 2014

Practical Life Apparatus - Alat Montessori Keterampilan Hidup

Here are some practical life Montessori apparatus:

Buttoning frame with Small Buttons

Safety Pin Dressing Frame

 Zipping Dressing Frame

Snapping Dressing Frame

Shoe Lacing Dressing Frame

Hook and Eye Dressing Frame

Lacing Dressing Frame

Bow Tying Dressing Frame

Dressing Frame and Stand

Buckling Dressing Frame

Buttoning with Large Buttons

Bag Clipping Frame

Velcro Dressing Frame

Dressing Frame Stand for 12 Frames

SENSORIAL (Stimuli Indera)

AREA SENSORIAL
  1. Area di mana tersedia alat-alat untuk kegiatan sensori-motor anak yang dirancang secara sistematis untuk kelima inderanya sehingga memungkinkan anak untuk memahami konsep baru melalui pengalaman indera serta latihan
  2. Alat-alat tersebut dirancang oleh Maria Montessori berdasarkan pengalaman dan hasil penelitian sendiri dan dipengaruhi oleh pemikiran para pendahulunya seperti Itard, Sequin dan Pestalozzi.
MENGAPA?
  1. Indera merupakan gerbang informasi tentang dunia kita
  2. Pemahaman akan dunia sekitar terbentuk melalui indera dan merupakan proses yang lambat terjadi selama masa kanak-kanak
  3. Kemampuan sensori erat kaitannya dengan perkembangan intelegensi anak
  4. Pada usia 0-6 tahun indera anak sedang dalam masa perkembangan yang pesat à pelatihan kemampuan indera sangat efektif


TUJUAN SENSORIAL
  1. Membantu anak mencapai kemampuan indera yang maksimal
  2. Mengembangkan rentang konsentrasi
  3. Intelegensi
  4. Persiapan tidak langsung untuk perkembangan bahasa, sains, musik dan matematika

PRINSIP DASAR AREA SENSORIAL
  1. Perkembangan intelegensi
  2. Inspirasi metodologi (membentuk pola berpikir runut/bertahap)
  3. Tiga periode pembelajaran
  4. Aspek pembelajaran


BAGAIMANA INDERA DAN INTELEGENSI BERKEMBANG?
  1. Adanya stimuli dan rangsangan yang menyentuh tubuh
  2. Rangsangan tersebut membentuk persepsi
  3. Seiring dengan perkembangan bahasa yang memberikan arti dan membantu terbentuknya
  4. Konsep, di mana permahaman terjadi
Agar pelatihan indera dapat dilakukan dengan benar, hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Rentang perhatian anak yang pendek: perhatikan perubahan aktivitas atau istirahat
  2. Hindari alat yang kurang memberikan stimuli
  3. Hindari stimuli yang berlebihan: alat sederhana dan menarik, jumlah hanya satu, latar belakang netral, penempatan yang teratur


PEMIKIRAN YANG BERPENGARUH:
  1. JEAN ITARD: dalam merancang alat, isolasi indera dan presentasi diawali dengan stimulus kontras
  2. EDOUARD SEGUIN: melatih otot dan syaraf anak untuk penggunaan lebih jauh, 3 tahapan pembelajaran (three period lesson)
  3. PERIODE SENSITIF: pada usia 0-6 tahun anak merespon stimuli dengan penuh perhatian dan antusias


TIGA PERIODE PEMBELAJARAN (THREE PERIODS LESSON)
Hanya dilakukan jika anak sudah mengenal alat dengan baik
  1. Periode 1: secara terpisah/isolasi, mengasosiasikan persepsi indera dengan nama
  2. Periode 2: mengenali/menunjukkan objek yang sesuai dengan nama yag sudah dikenalkan
  3. Periode 3: mengingat/menyebutkan nama yang sesuai dengan objek yang sudah disebutkan namanya


CONTOH
Periode 1
Secara terpisah tunjukkan, sebutkan, “Ini merah”, minta anak untuk mengulang, “Ini biru”, minta anak untuk mengulang
Periode 2
Ada merah dan biru, minta anak untuk menunjuk “Yang nama merah?”, “yang mana biru?”
Periode 3
Secara terpisah, “Yang ini apa?” hanya dilakukan bila periode 2 sudah sempurna


ASPEK-ASPEK PENTING DALAM SENSORIAL
  1. Anak belajar secara bertahap, mulai dari yang sederhana menuju kompleks
  2. Isolasi setiap indera, kalau bisa
  3. Bila memungkinkan, adanya koreksi melekat dalam setiap alat
  4. Keterlibatan guru minimal, aktivitas anak maksimal
  5. Bahasa yang sesuai dengan presentasi digunakan à kemampuan bahasa meningkat


PERALATAN DI AREA SENSORIAL
  1. Setiap alat hanya ada satu
  2. Disusun dengan teratur dari yang sederhana sampai yang lebih kompleks
  3. Bila memungkinkan, adanya koreksi melekat dalam setiap alat
  4. Mendorong anak untuk teratur dan berpikir logis (menurut Piaget, terjadi pada usia 5-7 tahun) dan berdisiplin diri
  5. Menunjang perkembangan koordinasi otot/gerakan seperti mempersiapkan keahlian spesifik lainnya
  6. Persiapan langsung dan tidak langsung matematika, bahasa, sains, dan musik

Persiapan tidak langsung dilakukan sejak anak usia 2 tahun di AREA SENSORIAL
  1. Alat disusun dari kiri ke kanan
  2. Kegiatan dimulai dari kiri ke kanan
  3. Three Periods Lesson
  4. Papan kasar/halus (Touch Boards)
  5. Kotak Suara
  6. Geometric Cabinets
Secara garis besar Area Sensorial dibagi menjadi:
  1. VISUAL (Ukuran dan Dimensi)
  2. VISUAL (Warna dan Bentuk)
  3. TACTILE (Perabaan)
  4. AUDITORY (Pendengaran)
  5. OLFACTORY (Penciuman)
  6. GUSTATORY (Perasa)
  
CONTOH ALAT MONTESSORI STIMULI INDERA-SENSORIAL dapat dilihat di sini. 




Referensi:
Modul Sensorial dan Teori Pendahuluan Stimuli Indera oleh Julia Ahmad


_________________________________________________________________________________________

_________________________________________________________________________________________



SENSORIAL AREA
  1. Areas where the apparatus for sensory-motor activities are systematically designed for the five senses so as to allow the child to understand new concepts through sensory experience and training
  2. Designed by Maria Montessori based on experience and the results of her own research and influenced by the ideas of her predecessors such as Itard, Sequin and Pestalozzi.

WHY?
  1. Sense is a gateway to information about our world
  2. An understanding of the world around is formed through the senses and is a slow process that occurs during childhood
  3. Sensory ability is closely related to the development of children's intelligence
  4. The senses of a child aged 0-6 years are in a period of rapid development

SENSORIAL PURPOSES
  1. Helping children achieve maximum sensory
  2. Developing a range of concentrations
  3. Improving Intelligence
  4. Preparing indirect development of language, science, music and mathematics

BASIC PRINCIPLES OF SENSORIAL AREA

  1. Development of intelligence
  2. Methodology inspiration (forming a systematic / gradual thinking)
  3. Three periods lesson
  4. Aspects of learning

HOW THE SENSES AND INTELLIGENCE GROWING
  1.  The existence of stimuli and stimuli that touch the body
  2. These stimuli shape perception
  3. Along with the development of language that gives meaning and help the formation of the concept, where understanding occurred

THINGS THAT NEED TO BE CONSIDERED TO CONDUCT SENSORIAL TRAINING
  1.  Children have short attention span: change activity or rest
  2. Avoid apparatus that do not provide stimuli
  3. Avoid excessive stimuli : use simple and attractive tool, provide only one set, give neutral background, place orderly

INFLUENCE THOUGHT
  1. Jean Itard: designed  sensory isolation and presentation begins with stimulus contrast
  2. Edouard SEGUIN: training child’s muscles and nerves for further activities, 3 stages of learning (three period lesson)
  3. THE SENSITIVE: at the age of 0-6 years old, children respond to stimuli attentively and enthusiasticly

THREE PERIOD LESSON
Only be done if the child is familiar with the apparatus properly
  1. Period 1: separate / isolation, sensory perception associate with the name
  2. Period 2: recognize / show the corresponding object with the name already introduced
  3. Period 3: remember / name that corresponds to an object that has been named

EXAMPLE
Period 1
Show, mentioned, "This is red", ask the child to repeat, "This blue", ask the child to repeat
Period 2
There are red and blue, ask the child to point to "Which is red?", "Which is blue?"
Period 3
Separately, "What's this one?" Done only when period 2 is mastered.


KEY ASPECTS IN SENSORIAL
  1. Children learn in stages, ranging from the simple to the complex
  2. If possible, isolate every sense
  3. A correction is inherent in each tool
  4. The teacher involvement is minimum, maximize children activity
  5. The language used in accordance with the presentation should increase language skills


APPARATUS IN THE SENSORIAL AREA
  1. Each tool is only one
  2. Compiled regularly from the simple to the more complex
  3. Whenever possible, a correction is inherent in each tool
  4. Encouraging children to use systematic and logical thinking (according to Piaget, occurred at the age of 5-7 years) and self-disciplined
  5. Supporting the development of muscle coordination / movement skills to prepare other specific skills
  6. Preparing direct and indirect math, language, science, and music

Indirect preparation for children aged 2 years in SENSORIAL AREA
  1. Apparatus are arranged from left to right
  2. The work starts from left to right
  3. Three Periods Lesson
  4. Touch Boards
  5. The Sound Box
  6. Geometric Cabinets

Broadly speaking Sensorial Area is divided into:
  1. Visual (Size and Dimensions)
  2. Visual (Color and Form)
  3. Tactile (Tactile)
  4. Auditory (Hearing)
  5. Olfactory (sense of smell)
  6. Gustatory (Taste)

Examples of montessori sensorial area can be seen here.